Kawan Sejati
Haii kawan sejatii
Apa kabar kau saat ini?
Apakah masih menanti dia untuk mengisi sepi?
Haii kawan sejati
Siapa kah engkau sesungguh nya?
Apa kau sunggu nyata?
Boleh kah ku bertemu? Saat ini aku sedang menunggu..
Siapa kah kau kawan sejati
Apa kau Sang kekasih?
Ataukah sahabat semati?
Mungkin kah kau orang tua ku saat ini sampainnanti?
Aku tak percaya kau kawan sejati
Sampai saat ini aku hanya berteman sepi
Tak ada yang mengerti isi hati ini
Katanya kawan sejati tapi kau pergi
Katanya kawan sejati tapi kau mengkhianati
Aku tak percaya lagi siapa kawan sejati
Karena yang ku tau kawan sejati tak kan pergi, tetap tinggal, dan selalu menemani
Tapi sungguh tak ada yang sejati
Sang Ilahi lah yang sejati
Karna pada hakekat nya siapa pun engkau takan sejati. Kau akan berubah kapanpun kau mau. Kau akan pergi sesuka hati kau melangkah. Kau akan mengkhianati saat hati mu murka.
Wahai kau yang katanya "kawan sejati" terimakasih telah mengajarkan bahwa janganlah mencurahkan isi hati selain kepada Sang Ilahi karena tak akan ada yang mengerti.
Jika kau boleh ku beri nama kau bukan lah "kawan sejati" tapi kau adalah "kawan saat ini" dan bisa jadi "lawan saat nanti"
Apa kabar kau saat ini?
Apakah masih menanti dia untuk mengisi sepi?
Haii kawan sejati
Siapa kah engkau sesungguh nya?
Apa kau sunggu nyata?
Boleh kah ku bertemu? Saat ini aku sedang menunggu..
Siapa kah kau kawan sejati
Apa kau Sang kekasih?
Ataukah sahabat semati?
Mungkin kah kau orang tua ku saat ini sampainnanti?
Aku tak percaya kau kawan sejati
Sampai saat ini aku hanya berteman sepi
Tak ada yang mengerti isi hati ini
Katanya kawan sejati tapi kau pergi
Katanya kawan sejati tapi kau mengkhianati
Aku tak percaya lagi siapa kawan sejati
Karena yang ku tau kawan sejati tak kan pergi, tetap tinggal, dan selalu menemani
Tapi sungguh tak ada yang sejati
Sang Ilahi lah yang sejati
Karna pada hakekat nya siapa pun engkau takan sejati. Kau akan berubah kapanpun kau mau. Kau akan pergi sesuka hati kau melangkah. Kau akan mengkhianati saat hati mu murka.
Wahai kau yang katanya "kawan sejati" terimakasih telah mengajarkan bahwa janganlah mencurahkan isi hati selain kepada Sang Ilahi karena tak akan ada yang mengerti.
Jika kau boleh ku beri nama kau bukan lah "kawan sejati" tapi kau adalah "kawan saat ini" dan bisa jadi "lawan saat nanti"
Komentar
Posting Komentar