Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Jika Diam Menjadi Pilihan

Hari ini ingin ku lontarkan saja Ingin ku ucapkan saja Agar kau tau aku mengagumi mu atau aku membencimu Tapi tak secepat itu Kau tau? Apa yang lebih tajam dari belati? Kata kata yang menyayat hati. Kau tau? Apa yang lebih indah dari pelangi? Matamu yang tak pernah mendustakan hati. Jika ku utarakan rasa ini, apakah kau peduli? Atau kah kau pergi? Aku takut aku cemas Kekasih ku pergi ketika cintaku semakin berakar Sahabat ku pergi ketika ku utarakan maksut hati Kau? Apakah kau akan pergi ketika kau mengetahui ini? Jika petuah mengatakan "Diam adalah emas" baiklah kan kujaga rasa ini. Kan ku simpan perasaan ini. Kututupi agar kau tak mengetahui. Karna aku takut kau pergi Tak sedikit dari mereka pergi karna mengetahui isi hati. Tak banyak pula orang yang bertahan karna memperjuangkan yang suci. Tapi... Sampai kapan aku berdiam diri Sampai kapan aku menjaga rahasia Sampai kapan aku bertahan dalam kebohongan Aku tak mengerti, jika saat ini semua orang mem...

Dalam Lemah

Bagai daging tak bertulang Bagai rumah tanpa tiang Bagai anak tanpa biang Aku lemah.. Hatiku meronta Berteriak tidak terima Tangan ku terkepal tak sabar untuk menghajar Tapi, aku lemah.. Ingin ku maki agar kau tau ini hati! Ingin ku caci agar kau sadar aku tak sempurna Ingin ku tampar agar kau perduli arti sakit Tapi, aku lemah.. Aku hanyalah pecundang Aku diam seribu kata Aku memendam berjuta amarah Aku lemahh.. Menanggispun aku tak mampu Apakah aku selemah itu? Dulu.. aku berani, aku mampu berkata mampu bercerita mampu berteriak. Mengungkap semua amarah dalam jiwa, mengapa sekarang tak bisa? Mungkin Dia Yang Maha Kuasa menyuruhku untuk lebih bersabar. Mungkin Dia Yang Maha Penyang mengajarkanku arti kekuatan. Aku kuat, hatiku kuat menahan perih Tak mengeluhkan walau ini pedih Satu yang ku percaya ada hikmah dibalik semua ini Aku kuat dalam lemah andai kau menyadarinya

Kawan Sejati

Haii kawan sejatii Apa kabar kau saat ini? Apakah masih menanti dia untuk mengisi sepi? Haii kawan sejati Siapa kah engkau sesungguh nya? Apa kau sunggu nyata? Boleh kah ku bertemu? Saat ini aku sedang menunggu.. Siapa kah kau kawan sejati Apa kau Sang kekasih? Ataukah sahabat semati? Mungkin kah kau orang tua ku saat ini sampainnanti? Aku tak percaya kau kawan sejati Sampai saat ini aku hanya berteman sepi Tak ada yang mengerti isi hati ini Katanya kawan sejati tapi kau pergi Katanya kawan sejati tapi kau mengkhianati Aku tak percaya lagi siapa kawan sejati Karena yang ku tau kawan sejati tak kan pergi, tetap tinggal, dan selalu menemani Tapi sungguh tak ada yang sejati Sang Ilahi lah yang sejati Karna pada hakekat nya siapa pun engkau takan sejati. Kau akan berubah kapanpun kau mau. Kau akan pergi sesuka hati kau melangkah. Kau akan mengkhianati saat hati mu murka. Wahai kau yang katanya "kawan sejati" terimakasih telah mengajarkan bahwa janganlah ...

Andai Kau Tak Kembali

Hari ini, Sang surya telah di ufuk Perlahan tapi pasti dia tertutup Aku tau. Sungguh tak sepenuh nya dia pergi Tapi dia biarkan gelap datang agar Sang bintang dapat benderang Hai kau yang jauh nun disana Apakah kau seperti Sang surya? Yang tak sepenuhnya pergi tapi membiarkan aku sendiri dalam gelap agar aku seperti bintang? Hai kau jika iya, maka biarkan aku menanti kau kembali Hai kau jika tidak, ku kan coba mengerti walau perih tak terkendali Jika esok Sang surya bergantikan fajar Dan kau pun tak kunjung tampak Maka biarkan aku disini, berkawan atas mimpi, berharap semua yang tak mungkin terjadi Hai kau, maafkan Jika rinduku mengusik dirimu Jika tanyaku menjengkelkan bagimu Mungkin semua ini sudah tak berarti bagimu Kau tak perlu tau rasa ini untukmu Karna kau tak mungkin kembali Aku tak berharap seperti dulu lagi Hanya bertanya apa yang telah terjadi Aku tetap disini tak pergi Aku tetap disini menanti Aku tak akan membenci ANDAI KAU TAK KEMBALI