Dalam Lemah
Bagai daging tak bertulang
Bagai rumah tanpa tiang
Bagai anak tanpa biang
Aku lemah..
Hatiku meronta
Berteriak tidak terima
Tangan ku terkepal tak sabar untuk menghajar
Tapi, aku lemah..
Ingin ku maki agar kau tau ini hati!
Ingin ku caci agar kau sadar aku tak sempurna
Ingin ku tampar agar kau perduli arti sakit
Tapi, aku lemah..
Aku hanyalah pecundang
Aku diam seribu kata
Aku memendam berjuta amarah
Aku lemahh..
Menanggispun aku tak mampu
Apakah aku selemah itu?
Dulu.. aku berani, aku mampu berkata mampu bercerita mampu berteriak.
Mengungkap semua amarah dalam jiwa, mengapa sekarang tak bisa?
Mungkin Dia Yang Maha Kuasa menyuruhku untuk lebih bersabar.
Mungkin Dia Yang Maha Penyang mengajarkanku arti kekuatan.
Aku kuat, hatiku kuat menahan perih
Tak mengeluhkan walau ini pedih
Satu yang ku percaya ada hikmah dibalik semua ini
Aku kuat dalam lemah andai kau menyadarinya
Bagai rumah tanpa tiang
Bagai anak tanpa biang
Aku lemah..
Hatiku meronta
Berteriak tidak terima
Tangan ku terkepal tak sabar untuk menghajar
Tapi, aku lemah..
Ingin ku maki agar kau tau ini hati!
Ingin ku caci agar kau sadar aku tak sempurna
Ingin ku tampar agar kau perduli arti sakit
Tapi, aku lemah..
Aku hanyalah pecundang
Aku diam seribu kata
Aku memendam berjuta amarah
Aku lemahh..
Menanggispun aku tak mampu
Apakah aku selemah itu?
Dulu.. aku berani, aku mampu berkata mampu bercerita mampu berteriak.
Mengungkap semua amarah dalam jiwa, mengapa sekarang tak bisa?
Mungkin Dia Yang Maha Kuasa menyuruhku untuk lebih bersabar.
Mungkin Dia Yang Maha Penyang mengajarkanku arti kekuatan.
Aku kuat, hatiku kuat menahan perih
Tak mengeluhkan walau ini pedih
Satu yang ku percaya ada hikmah dibalik semua ini
Aku kuat dalam lemah andai kau menyadarinya
Komentar
Posting Komentar