.......
Hai
Malam kembali menemani
Sudah lama kita tak bertukar kisah
Izinkan malam ini kata hati terukir dalam sebuah histori
gelap
Hanya temaram lampu neon tak terlalu besar memberikan setitik cahaya menenangkan
Mulai menari jemari ini diatas papan ketik yang tak timbul
Mencoba nenuangkan sedikit cerita dari sejuta kisah
Jangan kau tanya aku akan menulis apa
Kali ini bukan kisah asmara
Terlalu muak atas kata itu
Tak munafik walau masih ku nanti
Ketika hati terluka oleh sebuah cinta
Mungkin ku akan bercerita pada kawan
Bercerita mengaduh sambil menangis sendu
Kawan tak berkata
Hanya rangkulan tangan yang hangat mencoba menenangkan
Ketika hati terluka oleh sebuah kata
Kawan akan menjadi sasaran kedua setelah tuhan untuk sebuah pengaduan
Kawan tak berkata
Hanya berusaha membuat ku tertawa dan lupa dengan sebuah kata
Namun aku lupa
Lupa bahwa kawan pun punya luka
Lupa kalau kawan pun punya cerita
Lupa dia pun ingin diperlakukan sebaliknya
Sampai kawan merasa terabaikan
Sampai kawan merasa lelah
Kawan mencoba menghilang
Bukan! Bukan tak perduli atau tidak setia
Tapi aku sadar bahwa kawan adalah manusia
Sadar bahwa kawan memiliki rasa
Besar sekali ego ini memaksa dia harus tetap disini, dipenjara oleh cerita dan luka ku saja tanpa sadar dirinya telah berdarah karna tidak bisa mencabut cerita dan duri yang membuatnya terluka
Jika kawan sudah membaca
Maafkan saya yang tak pandai berperilaku
Maafkan saya yang tak lihai membaca sudut matamu
Berbangga hatilah saya ketika kawan mau kembali bercerita, membagi luka atas cerita kehidupan dan tertawa atas sebuah kepolosan
-Sendu langit september
Malam kembali menemani
Sudah lama kita tak bertukar kisah
Izinkan malam ini kata hati terukir dalam sebuah histori
gelap
Hanya temaram lampu neon tak terlalu besar memberikan setitik cahaya menenangkan
Mulai menari jemari ini diatas papan ketik yang tak timbul
Mencoba nenuangkan sedikit cerita dari sejuta kisah
Jangan kau tanya aku akan menulis apa
Kali ini bukan kisah asmara
Terlalu muak atas kata itu
Tak munafik walau masih ku nanti
Ketika hati terluka oleh sebuah cinta
Mungkin ku akan bercerita pada kawan
Bercerita mengaduh sambil menangis sendu
Kawan tak berkata
Hanya rangkulan tangan yang hangat mencoba menenangkan
Ketika hati terluka oleh sebuah kata
Kawan akan menjadi sasaran kedua setelah tuhan untuk sebuah pengaduan
Kawan tak berkata
Hanya berusaha membuat ku tertawa dan lupa dengan sebuah kata
Namun aku lupa
Lupa bahwa kawan pun punya luka
Lupa kalau kawan pun punya cerita
Lupa dia pun ingin diperlakukan sebaliknya
Sampai kawan merasa terabaikan
Sampai kawan merasa lelah
Kawan mencoba menghilang
Bukan! Bukan tak perduli atau tidak setia
Tapi aku sadar bahwa kawan adalah manusia
Sadar bahwa kawan memiliki rasa
Besar sekali ego ini memaksa dia harus tetap disini, dipenjara oleh cerita dan luka ku saja tanpa sadar dirinya telah berdarah karna tidak bisa mencabut cerita dan duri yang membuatnya terluka
Jika kawan sudah membaca
Maafkan saya yang tak pandai berperilaku
Maafkan saya yang tak lihai membaca sudut matamu
Berbangga hatilah saya ketika kawan mau kembali bercerita, membagi luka atas cerita kehidupan dan tertawa atas sebuah kepolosan
-Sendu langit september
Komentar
Posting Komentar